Ratib Al Atthas & Ratib Al Haddad

dzikir
Sarana Mendekatkan Diri Dengan Sang Pencipta

Diharapkan orang muslim gemar membaca Al Quran dan Kalimah Thayyibah sebagai dzikir, dimana dzikir akan menenangkan jiwa dan berkhasiat. Dalam hal ini umat Islam sangat kaya dengan bacaan-bacaan yang sebagiannya sudah dalam bentuk susunan (paketan) dengan sebutan Aurad, Hizib, Ratib, Adzkar, Thariqat dll (disana terdapat Kalimah Thayyibah dan ayat-ayat Al Quran).
Kalimah Thayyibah (Kalimat yang baik) itu diantaranya Kalimah Tauhid (Laa ilaaha illallaah), Tasbih (Subhaanallah), Tahmid (Alhamdu lillaah), Istighfar (Astaghfirullaah), dan lain sebagainya.
Ratib Al Atthas dan Ratib Al Haddad ini dapat dibaca secara rutin seraya menghadirkan maknanya (dalam hati) sehingga kalimah bersama maknanya akan menyentuh jiwa dan menyatu dengan darah dan daging, maka disana akan didapatkan khasiat-khasiat nyata, sebagaimana komentar Imam Sanusi terhadap Kalimah Thayyibah dalam Al Quran QS. Ibrahim (14):24, dimana beliau berkata: Orang yang berakal haruslah memperbanyak bacaan Kalimah Thayyibah (Laa ilaaha illallah, Subhaanallaah, Alhamdu lillaah, Astaghfirullaah, dll) dengan menghadirkan maknanya di dalam hati hingga kalimat dan maknanya bercampur dengan daging dan darahnya, maka ia akan melihat keajaiban dan rahasia terpendam sejumlah bilangan yang tidak terbatas.
Wallaahu a'lamu bisshowaab

Untuk Anda yang ingin mendengarkan audio kedua rotib tersebut, kami sediakan link download mp3 rotib alatthas dan rotib alhaddad serta hizib nashr dan wirid assakron, silahkan klik dibawah ini semoga bermanfaat.

1. Ratib al-Atthas
2. Ratib al-Haddad
3. Wirid as-Sakron
4. Hizib an-Nashr



Murottal al-Hushari

Membaca dan mendegarkan al-Qur'an sudah terbukti secara ilmiah dapat membuat jiwa menjadi tenang, semua beban pikiran hilang setelah kita membaca al-Qur'an, semua itu telah di sampaikan oleh Baginda Nabi Saw. lebih dari 14 abad yang lalu sebelum ilmu pengetahuan modern lahir. Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar dari Nabi Muhammad Saw. sampai-sampai Allah Swt. yang akan menjamin keasliannya hingga hari kiamat kelak.

Syekh Mahmud Kholil al-Hushari
Dari jaman dulu orang-orang tua di kampung selalu menekankan kepada putra-putrinya untuk selalu mengaji al-Qur'an setiap habis maghrib ataupun sehabis shubuh, sebelum memulai aktifitas sehari-hari selalu di awali dengan membaca al-Qur'an dengan harapan kehidupan kita lebih baik, lebih bermakna dan lebih berkah lagi.

Disamping menekankan kepada keluarganya untuk senantiasa membaca al-Qur'an, orang-orang di kampung juga sering memperdengarkan bacaan al-Qur'an atau murottal pada momen-momen tertentu, misalnya saat menjelang waktu maghrib, menjelang adzan shubuh, menjelang waktu berbuka puasa dan sebelum acara-acara lainnya seperti acara walimah dan sebagainya.
Diantara murottal yang sangat akrab/ familier dan kerap diputar adalah murottal dari Syekh Mahmud Kholil al-Hushari sang pengarang sholawat tarhim yang sangat legendaris itu. Tentang sejarah beliau bisa Anda baca di artikel Sholawat Tarhim.
Murottal al-Hushari
Dari yang bentuk kaset maupun piringan hitam sering kali diputar pada acara-acara pengajian di kampung-kampung. Kaset atau piringan hitam yang berisi suara emas Syekh Mahmud Kholil al-Hushari direkam oleh Lokananta Solo. Yang masih kami ingat di dalam kaset atau piringan hitam itu berisi adzan, sholawat tarhim, surat al-Hujurot, dan surat ar-Rahman serta ada beberapa surat lain yang dibawakan oleh qori' yang lain, diantaranya surat at-Thoriq dan al-A'la oleh Ustadz Abdul Aziz Muslim, surat al-Hadid oleh Ibu Noor Asyiah Jamil. Untuk mengobati rasa rindu kita terhadap saat-saat indah dulu waktu masih di kampung halaman, maka silahkan Anda download murottal al-Hushari ini. 
Murottal al-Hushari
Anda bisa download langsung 30 juz lewat klik kotak option atau download satu per satu tiap surat lewat klik kotak kecil yang ada di sebelah kan judul atau nomor surat, atau kalau Anda cuma ingin mendengarkan secara online bisa di klik judulnya kemudian klik tanda panah untuk play,tombol panah kanan kiri ditengah adalah untuk navigasi atau untuk melanjutkan ke file berikutnya, atau klik langsung Murottal al-Hushari 30 Juz.
Selamat menikmati suara emas dari Sang Empunya murottal ini.

Murottal al-Hushari 30 Juz





Sebagian isi kami kutip dari Sumber

Sholawat Tarhim

Sholawat tarhim adalah salah satu sholawat yang cukup akrab di telinga orang Indonesia selain Sholawat Badar. Dari dulu hingga sekarang khususnya di pedesaan dan umumnya di perkotaan pulau Jawa, sholawat ini sering kita dengar menjelang waktu maghrib lebih-lebih lagi menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan, sholawat legendaris ini kerap kita dengar baik lewat corong masjid, musholla, surau/langgar ataupun radio.

Tahukah Anda, siapakah pengarang Sholawat Tarhim ini? Pengarangnya adalah Syekh Mahmud Kholil al-Husaari dari Mesir, loh kok dari Mesir bisa sampai kampung-kampung sih mas? Gimana ceritanya? sabar dulu, kita baca sejarahnya saja biar tahu. Menurut Cak Nun, Syekh Mahmud Kholil al-Husari pernah berkunjung ke Indonesia, belum di ketahui misi beliau dalam rangka apa, mungkin silaturahmi sesama ulama atau qori di Indonesia karena beliau adalah ketua Jam'iyyatul Quro' di Mesir. Kemudian ketika sampai di LOKANANTA Solo, beliau melakukan rekaman sholawat tarhim ini sekitar tahun 50-an.

Sholawat Tarhim
Syekh Mahmud Kholil al-Husari (1917-1980) adalah ulama lulusan Universitas al-Azhar Mesir, dan merupakan salah satu Qari (Pembaca al-Qur'an) terbaik dan paling ternama di jamannya, sampai-sampai beliau di gelari Syaikh al-Maqari (Ahli Qiro'ah). Beliau dikenal kepiawaiannya dalam membaca al-Qur'an secara tartil. Beliau pernah mengatakan bahwa membaca al-Qur'an bukan semata-mata tentang irama (lagu) atau seni bacaannya, paling penting adalah tartil, memahami bacaan al-Qur'an dengan baik dan benar, yaitu melalui studi kebahasaan (linguistik) dan dialek Arab kuno, serta penguasaan teknik pelafalan huruf maupun kata per kata dalam al-Qur'an. Dengan begitu bisa dicapai tingkat kemurnian (keaslian makna) yang tinggi dalam membaca al-Qur'an.

Dibawah ini kami cantumkan link Sholawat Tarhim karya beliau beserta adzan yang sangat merdu untuk kita dengarkan, dengan harapan menambah kecintaan kita kepada Baginda Nabi Saw. Silahkan di download semoga bermanfaat, sebelum kami akhiri artikel ini, mohon keikhlasannya mengirimkan hadiah al-Fatihah untuk beliau Syekh Mahmud Kholil al-Hushari, al-Faatihah...

1. Sholawat Tarhim
2. Adzan Klasik

Sebagian isi kami kutip dari masuk-islam.com

Oase Buya Yahya, Agar Anak Berbahagia

Anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan oleh Allah Swt kepada kita, akan tetapi tidak semua dari kita mengerti menjaga nikmat tersebut. Menjaga akhlak dan keimanan mereka adalah yang harus diutamakan. Itulah yang diharapkan dan diinginkan oleh anak, biarpun tidak terucap oleh lidah mereka. Orang tua yang cerdas dan bijak adalah orang yang senantiasa tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Dan diantara hal yang dibutuhkan oleh anak tidak ada yang melebihi pentingnya keselamatannya kelak setelah kehidupan didunia ini.

albahjah cirebon
Buya Yahya
Jika ada orang tua yang begitu bersemangat menyekolahkan anaknya di pendidikan tinggi dengan harapan agar anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang layak dan menguntungkan dari segi materi, atau seorang tua membekali modal besar untuk anaknya agar bisa mandiri dan makmur dalam kehidupannya di dunia ini. Sungguh, ia adalah orang tua yang cerdas senantiasa berfikir akan masa depan sang anak. Akan tetapi, seorang tua tersebut akan menjadi tidak cerdas dan tidak bijak lagi, jika ternyata melupakan masa depan yang lebih lama yaitu kehidupan setelah kehidupan dunia ini.

Ada masa depan nanti di alam barzah yang tidak hanya 60 atau 100 tahun, akan tetapi ribuan tahun dan bersama penantian itu sang anak akan menuai apa yang diperbuat saat didunia dahulu. Dan nanti setelah kehidupan alam barzah akan dilanjutkan menuju kebahagiaan yang hakiki di surga atau di neraka. Siapa yang rela anaknya disiksa di alam barzah dan akhirat nanti? Disiksa karena kita sebagai orang tua telah tidak memikirkan bekal anak-anak kita di kehidupan setelah kehidupan ini. Kita mungkin akan mudah tanggap jika anak kita gagal ujian akhir di sekolah atau universitas atau gagal dalam sebuah usaha dagangnya, akan tetapi kenapa kita tidak mudah tanggap dengan anak-anak kita yang malas melakukan sholat atau mulai melakukan sesuatu yang di larang oleh Allah Swt?

Sungguh, bahasa cinta adalah amat indah dan akan menghadirkan keindahan cinta yang sesungguhnya kepada anak akan diterjemahkan terhadap kepedulian terhadap masa depan anak. Dan tidak ada masa depan yang sesungguhnya selain masa depan di akhirat. Bukan cinta yang sesungguhnya bagi orang tua yang hanya ingin membahagiakan anaknya selama 60 tahun sepanjang hidupnya di dunia lalu melupakan kehidupan yang lebih lama setelah kehidupan dunia ini.

Yang berani membiayai sekolah anaknya untuk mencari ilmu dunia dengan biaya mahal, tentu akan rela membiayai anaknya untuk mengambil bekal di akhirat dengan biaya yang lebih mahal. Jika masih ragu untuk demikian itu, maka sangat diragukan kecintaan orang tua tersebut terhadap anaknya, bahkan sangat mungkin diragukan keimanannya terhadap kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Dan tidak sampai disini, orang tua yang lalai memikirkan kebahagiaan anaknya kelak di akhirat akan menemukan kesengsaraan yang amat sangat seperti yang pernah dikisahkan oleh Rosulullah Saw, kisah seorang ahli ibadah yang hendak menuju surga tetapi tiba-tiba ada yang menyeru dari dasar neraka jahannam, menginginkan agar orang yang hendak masuk surga itu dimasukkan ke neraka bersamanya. Melihat kejadian seperti ini, malaikat menghadap kepada Allah Swt, dan Allah Swt memerintahkan kepada malaikat untuk menggiring orang tersebut ke neraka.

Ia adalah orang tua ahli ibadah, ahli sedekah dan ahli kebaikan, akan tetapi telah membiarkan sang anak tanpa ada bimbingan agar semakin dekat kepada Allah Swt dan tanpa pembekalan di akhirat. Maka disebabkan oleh keteledorannya dalam mempersiapkan masa depan anaknya di akhirat, maka ia pun di masukkan bersama anaknya di neraka jahannam.

Semoga kita menjadi orang tua yang bisa benar-benar peduli, perhatian kepada urusan dan masa depan anak-anak kita di dunia dan di akhirat. Wallahu A'lam Bishshowab, Buya Yahya.[]

Untuk Anda yang ingin mendapatkan oase ini dalam versi audio, silahkan download gratis 100% Oase Buya Yahya di bawah ini.

Album Sholawat Habib Syech Volume 01

Diantara bukti kecintaan kita kepada Baginda Nabi Saw adalah gemar membaca sholawat dan salam kepada beliau. Sholawat merupakan salah satu amal ibadah yang dicontohkan oleh Allah Swt secara langsung. Sebelum kita mendapatkan perintah untuk bersholawat kepada Nabi Saw, Allah Swt dan para malaikat sudah terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi Saw sebagaimana termaktub dalam al-Qur'an. Bahkan yang menjadi mahar Nabi Adam As ketika menikahi Siti Hawa adalah membaca sholawat kepada Rosulullah Saw. Betapa agungnya sholawat itu, sampai-sampai menjadi salah satu dari rukun sholat, maka barang siapa yang di dalam sholat tidak membaca sholawat maka tidak sah sholatnya. Didalam kitab Washiyatul Mushthofa disebutkan bahwa Nabi Saw pernah berwasiat kepada Sayyidina Ali Ra: ''Hai Ali, barang siapa yang membaca sholawat kepadaku 100 kali sehari semalam, maka dia akan mendapat syafa'atku"

majelis ahbabul mushthofa
Di rubrik sholawat ini, insya Allah kami akan membagikan beberapa koleksi mp3 sholawat yang kami miliki. Dengan harapan mudah-mudah bisa menambah kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, dan semmoga kelak di hari kiamat kita akan memperoleh fasilitas syafa'at dari beliau Saw. Untuk yang perdana kami bagikan album sholawat dari Habib Syech bin Abdul Qodir as-Segaf volume pertama.

Ya, suara emas beliau sudah didengar oleh jutaan kaum muslimin. Lewat Majelis Ahbabul Mushthofa Solo yang beliau pimpin, maka lahirlah beberapa album sholawat, diantaranya album volume 1 yang kami bagikan ini. Sambutan umat terhadap album sholawat Habib Syech  memang sangat luar biasa, ini terbukti beliau hampir tiap hari mempunyai jadwal sholawatan dan maulid di beberapa daerah di pulau Jawa bahkan beberapa waktu lalu beliau pernah mendapat undangan dari Malaysia, Hongkong dan lain sebagainya.

Dakwahnya yang santun, suaranya yang khas dan merdu, tutur katanya yang lembut seakan menjadi magnet yang bisa merangkul elemen masyarakat dari berbagai kalangan. Dalam tiap dakwahnya beliau selalu mengkampanyekan agar umat Islam senantiasa bersholawat kepada Junjungan Nabi Muhammad Saw, selalu mengikuti dan menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, taat kepada orangtua, ulama, habaib, para ustadz dan romo-romo kiyai serta cinta NKRI. Itu beberapa pesan dari beliau yang pernah kami dengar lewat wejangan beliau yang kerap disampaikan di sela-sela sedang bersholawat. Nah, jika Anda ingin memiliki salah satu koleksi album sholawat beliau, silahkan download di bawah ini.

Album Sholawat Habib Syech Volume 1

1. Allahu Allah
2. Ya Waridal Musthofa
3. Antal Amin
4. Ilaahi Nas`aluk
5. Da'uni
6. Ahlan Wasahlan
7. Ya Robbi

Insya Allah bersambung di album sholawat volume berikutnya.

Mengenang Kyai Ahmad Asrori al-Ishaqi

Kyai Ahmad Asrori al-Ishaqi merupakan putra dari Kyai Utsman al-Ishaqi. Beliau pengasuh Pondok Pesantren al-Fithroh Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdiri Pondok Pesantren al-Fithroh yang di asuh oleh Kyai Ahmad Asrori al-Ishaqi. Nama al-Ishaqi dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena Kyai Utsman masih keturunan Suanan Giri.

Beliau dibaiat langsung oleh ayahnya sebagai  Mursyid Thoriqoh Qodiriyah an-Naqsyabandiyah al-Utsmaniyah. Di bawah asuhan beliau, thoriqoh ini berkembang pesat, jamaahnya sangat banyak bukan hanya di nusantara, namun tersebar ke manca negara.

Al-Fithroh Kedinding SurabayaDi dalam memimpin thoriqoh ini, beliau mengambil posisi netral, dalam artian tidak terikat dengan oraganisasi politik manapun, sebab di zaman orde baru tarekat qodiriyah wa naqsyabandiyah sempat terbelah ada Tarekat Rejoso Jombang yang di bawah pimpinan Kyai Musta'in Romli yang merapat ke Golkar, Tarekat Cukir Jombang di bawah pimpinan Kyai Adlan Ali yang merapat ke PPP dan Tarekat Kedinding Lor di bawah asuhan Kyai Asrori memilih posisi netral. Karena sifat netralnya secara politik ini, maka Tarekat Kedinding Lor di bawah asuhan Kyai Asrori memiliki hubungan dan jaringan yang luar biasa banyak dari berbagai kalangan baik dalam negeri maupun manca negara seperti Malaysia, Brunei, Singapura dll.
Selain itu, pola dakwahnya yang sederhana, suaranya yang merdu seakan menyentuh relung-relung jiwa yang mendengarnya. Dalam setiap memberikan wejangan kepada jamaahnya, Kyai Asrori selalu menggunakan rujukan Kitab Nasoihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani, al-Hikam karya Imam Ibnu 'Atho`illah dan lain-lain. Selain pengajian yang lebih banyak mengupas masalah tasawuf, Kyai Asrori juga sering juga menyisipkan masalah fikih sebagai materi penunjang. Seorang ulama asal Ploso Kediri Jawa Timur, Kyai Nurul Huda pernah bertutur, "sulit mencari ulama yang cara penyampaiannya sangat mudah dipahami oleh semua kalangan dan doanya sanggup menggetarkan hati seperti Kyai Asrori". Hal yang sama juga pernah di sampaikan oleh Kyai Abdul Ghofur, seorang  ulama asal Pekalongan Jawa Tengah, "Kyai Asrori seorang figur yang belum ada tandingannya, baik ketokohannya maupun kedalaman keilmuan dan spiritualnya.

Thoriqoh yang diajarkan oleh Kyai Asrori memang dirasakan berbeda dengan thoriqoh atau mursyid-mursyid lain pada umumnya. Jika kebanyakan para mursyid setelah membaiat kepada murid baru, untuk amaliyah sehari-hari diserahkan kepada murid yang bersangkutan di tempat masing-masing untuk pengamalannya, tidak demikian dengan Kyai Asrori. Beliau sebagai Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqsyabandiyah al-Utsmaniyah memiliki tanggung jawab besar, yakni tidak sekedar membaiat kepada murid baru kemudian tugasnya selesai, akan tetapi beliau secara terus menerus melakukan pembinaan secara rutin melalui majelis khususi mingguan, pengajian rutin bulanan setiap Ahad awal bulan Hijriyah dan kunjungan rutin ke beberapa daerah.

Untuk membina jamaah yang telah melakukan baiat, khususnya di wilayah Jawa Tengah, bahkan Kyai Asrori telah menggunakan media elektronik yaitu Radio Siaran untuk penyebaran dakwahnya, sehingga murid-muridnya tidak lagi akan merasa kehilangan kendali. Ada lima radio di Jawa Tengah yang di milikinya setiap pagi, siang dan malam selalu memutar ulang dakwahnya Kyai Asrori, yakni Radio Rasika FM dan W FM berada di Semarang, Radio Citra FM di Kendal, Radio Amarta FM di Pekalongan dan Radio Suara Tegal di Slawi.

Radio-radio inilah yang setiap harinya mengumandangkan dakwahnya yang sangat khas dan disukai oleh banyak kalangan, meski mereka tidak atau belum berbaiat, bahkan ketemu saja pun belum pernah, toh tidak ada halangan baginya untuk menikmati suara merdu yang selalu mengumandang lewat acara istighotsah di awal buka dan akhir tutup siaran radio. Kemudian juga dapat didengar lewat manaqib rutin mingguan dan bulanan serta acara-acara khusus seperti Haul Akbar yang pernah di adakan di Kota Pekalongan beberapa waktu yang lalu disiarkan langsung oleh tiga radio ternama di Kota Pekalongan dan Batang.

Kini beliau talah menghadap Sang Pencipta, pada 26 Sya'ban 1430 H / 18 Agustus 2009 M, mudah-mudahan Allah Swt menaikkan derajat beliau di akhirat, dan kita yang masih hidup bisa mendapatkan manfaat serta barokah ilmunya, amin. Untuk beliau mari kita mengirimkan hadiah ummul kitab, al-Faatihah...

Anda yang pernah bertemu beliau, atau pernah mendengar suara merdunya, tentu sangat merindukan beliau. Nah, berikut ini kami akan berbagi rekaman istighotsah, maulidur rosul dan ceramah beliau, mudah-mudahan bermanfaat. Silahkan download gratis...

1. Istighotsah
2. Yasin
3. Tahlil
4. Doa Tahlil
5. Maulidur-Rosul
6. Wejangan
7. Qoshidah
8. Folder Ceramah
9. Folder Ceramah

Sebagian isi di kutip dari Sumber