NU versus Wahabi

nu versus wahabi, salafi, madura
NU versus Wahabi
NU versus Wahabi

Menghadang Misi Salafi di Pulau Madura

Oleh : Muhammad Syafiq Alaydrus dan A. Qusyairi Ismail
Penerbit : Bina Aswaja
Tebal : 111 hal., 12,5 x 17 cm
ISBN : 978-602-17207-2-1
Cetakan Pertama

Deskripsi

Dewasa ini umat Islam di Indonesia menghadapi tantangan yang bervariasi. Tantangan tersebut tidak hanya datang dari Barat dan musuh-musuh Islam, akan tetapi tantangan yang datang dari umat Islam sendiri, terutama berkaitan dengan merebaknya berbagai aliran yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni, Islam yang telah diajarkan oleh para sahabat, para ulama salaf yang saleh...

Tantangan tersebut menjelma dalam banyak aliran yang berkembang dan merebak pada masa-masa belakangan ini, diantaranya yang cukup meresahkan adalah aliran wahabi yang terkesan selalu menebar kebencian diantara kaum muslimin...
.: Habib Zain bin Hasan Baharun :.
Pengasuh PP DALWA Raci Bangil Pasuruan

Saat ini, serangan model seperti itu sudah mulai masuk ke pedesaan-pedesaan. Tidak sedikit buku-buku mereka beredar di tengah-tengah masyarakat pedesaan, bahkan terkadang dibagikan secara cuma-cuma dengan tampilan yang lux dan kemasan yang meyakinkan. Dan rupanya cara mereka ini sudah bisa dikatakan berhasil, sebab tidak sedikit dari masyarakat pedesaan yang tertarik dengan keyakinan yang mereka tawarkan itu, sehingga akidah yang sejak lama dianutnya sedikit demi sedikit tergerus dan lama-lama bisa habis sama sekali...
.: KH. Abd Adzim Kholili :.
Pengasuh PP Kepang Bangkalan

Kini pulau Madura yang memiliki tradisi Ahlusunah Waljamaah yang sangat kental pun tak luput dari propaganda mereka. Buku "Panduan Islam Dalam Logika" yang ditulis oleh seorang berinisial alfa-SA ternyata cukup meresahkan khususnya terhadap masyarakat Madura. Dalam bukunya tersebut, penulis secara sadar telah membuka lebar-lebar pintu berijtihad bagi setiap muslim melalui propaganda anti madzhabnya. Meski sebenarnya argumen yang disampaikan sangat rapuh secara ilmiah, namun jika tidak segera ditanggapi tak menutup kemungkinan akan mengikis ajaran Ahlusunah Waljamaah yang telah ditanamkan oleh Syaikhona Moch. Cholil bin Abdul Lathif di pulau ini. Beruntung masuh ada beberapa kader muda Ahlusunah Waljamaah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap masalah akidah. Sehingga, lahirlah buku kecil di tangan pembaca ini.
.: KH. Zubair Muntashar :.
Pengasuh PP Nurul Kholil Demangan Bangkalan

Selamat Membaca!

-------
Info hubungi:
085742628035
Tlp/SMS/WA

Terima Kasih

Lebih Dalam Tentang NU

lebih dalam tentang nu, kh hasyim asyari
Lebih Dalam Tentang NU
Lebih Dalam Tentang NU

Telaah Tentang Amaliyah Nahdliyin Serta Menyingkap Fatwa, Manhaj dan Ideologi Ulama dan Tokoh Salafi-Wahabi

Oleh: Nurhidayat Muhammad
Penerbit: Bina Aswaja
Tebal: xii + 111 hlm.
ISBN: 978-602-17207-0-7
Cetakan Pertama, Muharrom 1434 H/ Desember 2012

Deskripsi

Ditulisnya buku ini bukan untuk memupuk perselisihan antara NU dengan yang lain, tetapi kehadirannya diharapkan mampu tampil sebagai informasi yang akurat dan ilmiah bahwa NU adalah organisasi yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah dan hadir lebih moderat sebagai rahmat bagi segenap alam, Insya Allah.

Dalam buku ini, kami tidak akan pernah memunculkan stigma kafir atau musyrik kepada sekte Salafi-Wahabi atau yang semisal dengan mereka, meski mereka melakukan sebaliknya. Kami mencoba berbaik sangka bahwa mereka melakukan semua itu adalah karena rasa cintanya kepada Islam dan demi tegaknya syariat Islam.

Tetapi nasehat, peringatan dan amar ma'ruf nahi munkar kepada sesama muslim harus ditegakkan, termasuk kepada mereka yang gemar mengkafirkan dan tidak menoleransi khilafiyah dalam masalah-masalah furu' dan lain-lain.

Selamat Membaca!

-------
Info hubungi:
085742628035
Tlp/SMS/WA

Terima Kasih

Menguak Dunia Dengan Membaca

menguak dunia dengan membaca
Menguak Dunia dengan Membaca
Menguak Dunia Dengan Membaca

Khazanah Pesantren

Oleh: Imron Rosidi, Muhammad Fajar al-Sundawy
Penerbit: Bina Aswaja
Tebal: 200 hlm.
ISBN: 978-602-17207-4-5
Cetakan Pertama, Jumadil Ula 1434 H

Deskripsi

Tempat teragung di dunia ini memang pelana kuda para pahlawan...
Tapi, teman terbaik dalam setiap waktu adalah lembaran buku...
- Abu Thayyib al-Mutanabbi -
(Pujangga Muslim Klasik)

Seorang tokoh Yahudi pernah mengatakan: "Kami tak akan pernah takut lagi kepada sebuah umat karena mereka bukan umat yang gemar membaca." Dari pendapat tersebut jelslah bahwa senjata utama orang Yahudi adalah membaca yang sebenarnya hal ini merupakan kewajiban umat Islam. Bahkan, ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah iqro' (bacalah).

Di era sekarang, ilmu pengetahuan adalah cara paling efektif dan menjadi sumber utama dalam menguak isi dunia. Kita tidak boleh malas dalam membaca, terutama bagi seorang guru. Kemalasan akan menjadi sumber kemerosotan. Kemalasan akan membuat kita terjajah oleh kemajuan zaman. Hal ini tidak boleh terjadi. Justru kemajuan inilah yang harus dikuasai.

Di dalam buku ini, penulis mencoba untuk menawarkan konsep bagaimana seseorang agar menyukai aktivitas membaca dan bisa mengetahui tentang pentingnya membaca itu sendiri. Membaca merupakan gerbang untuk mencapai ilmu pengetahuan. Membaca merupakan warisan ulama yang paling mahal harganya. Tiada satu pun terlahir dari seorang ulama, cendekiawan Muslim, ataupun tokoh-tokoh dunia yang melupakan pentingnya aktivitas membaca. Dari pengetahuan yang dihasilkan dari membaca inilah kita bisa menjalani kehidupan lebih arif, bijaksana, bermakna, makmur, damai, dan tentunya menuntun kita untuk lebih hati-hati dalam menjalani hidup.

Selamat Membaca!

-------
Info hubungi:
085742628035
Tlp/SMS/WA

Terima Kasih

The Founding Father's of Nahdlatoel Oelama

nahdlatul ulama, sejarah nu
The Founding Fathers of
Nahdlatoel Oelama
The Founding Father's of Nahdlatoel Oelama'

Rekaman Biografi 23 Tokoh Pendiri NU

Oleh: Amirul Ulum, dkk
Sambutan: KH. Maimun Zubair
Pengantar: Prof.Dr.M. Abdul Karim, M.A.
Penerbit: Bina Aswaja
Tebal: xxviii + 278 hlm.
ISBN: 978-602-70139-2-6
Cetakan Pertama
Dzul Qa'dah, 1435 H/ September 2014 M

Sekilas Tentang Buku Ini

Ditulisnya buku The Founding Father's of Nahdlatoel Oelama': Rekaman Biografi 23 Tokoh Pendiri NU ini bertujuan untuk mengungkap sejarah tokoh-tokoh yang mendirikan Nahdlatul Ulama yang jarang diketahui oleh masyarakat khususnya warga Nahdliyin.
Di buku ini, tim penulis berusaha menyajikan peran pokok beberapa tokoh terhadap berdirinya Nahdlatul Ulama. Misalnya, Syaikhona Kholil sebagai penentu berdirinya Nahdlatul Ulama, Kiai Hasyim Asy'ari sebagai Rois Akbar Nahdlatul Ulama, Kiai Wahab Hasbullah sebagai konseptor lahirnya Nahdlatul Ulama, Kiai Raden Asnawi sebagai argumentator Nahdlatul Ulama, Kiai As'ad sebagai mediator lahirnya Nahdlatul Ulama, Kiai Raden Hambali sebagai arsitek Prasasti lahirnya Nahdlatul Ulama, Kiai Ridwan Abdullah sebagai desainer lambang Nahdlatul Ulama, Kiai Mas Alwi Abdul Aziz sebagai pengusul nama Nahdlatul Ulama serta para Ulama lainnya yang masing-masing mempunyai andil besar dalam lahirnya Jam'iyyah Nahdlatul Ulama ini.

"...Pengangkatan Kiai Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar Nahdlatul Ulama dan Kiai Faqih Mas Kumambang sebagai Wakilnya serta disusunnya Pengurus HBNO pada 31 Januari 1926 M ini, maka tanggal 31 Januari 1926 ditetapkan sebagai tonggak berdirinya Nahdlatul Ulama..."
- KH. Maimun Zubair -
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

"...Agar suara kelompok Islam Tradisionalis tetap sampai ke Raja Abdul Aziz, Kiai Wahab Hasbullah mendirikan komite Hijaz (1925) atas restu Kiai Hasyim Asy'ari. Keanggotaan Komite Hijaz ini terlepas dari campur tangan kelompok Islam Modernis. Dari Komite Hijaz ini kemudian berdirilah organisasi Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1344 H/ 31 Januari 1926 M. Dengan berdirinya organisasi Nahdlatul Ulama ini, maka kelompok Islam Tradisionalis yang tergabung dari para kiai pesantren dan santri-santrinya menjadi lebih leluasa untuk menyuarakan ajaran Ahlusunah wal Jamaah tanpa harus diharu biru oleh kelompok Islam Modernis..."
- Prof.Dr. Abdul Karim -
Guru Besar Sejarah Islam UIN Sunan Kalijaga

"...Dengan lahirnya Nahdlatul Ulama, maka akan menjadi sebuah media tersendiri bagi kalangan Islam Tradisionalis untuk menyebarkan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah dengan mengikuti salah satu madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali). Selain sebagai jam'iyah sosial keagamaan, Nahdlatul Ulama mempunyai visi misi ingin melepaskan Indonesia dari belenggu penjajah. Kiai Wahab Hasbullah pernah berkata kepada Kiai Abdul Halim saat merumuskan Komite Hijaz: "Tentu syarat tujuan nomor satu untuk menuntut kemerdekaan. Ummat Islam menuju ke jalan itu. Ummat Islam tidak leluasa sebelum negara kita merdeka..."
- Editor -

Itu tadi gambaran sekilas tentang isi buku The Founding of Nahdlatoel Oelama' ini.

Selamat Membaca!

-------
Info hubungi:
085742628035
Tlp/SMS/WA

Terima Kasih